Renungan 12 Januari 1991


Hari itu 12 Januari 1991, 
Engkau kembali ke haribaan Yang Maha Pencipta. Tidur panjang mulai engkau jalani, setelah 12 hari sebelumnya "mulai ngantuk" karena tak pernah siuman lagi. 12 hari sebelumnya, tepat tanggal 31 Desember 1990 siang, saat engkau terjungkal  saat menuju ke Rumah Sakit untuk check up sakit kepala yg mendera. Engkau masih terlihat bugar dan masih tersenyum saat meninggalkan rumah, namun semua sirna saat engkau kembali.
Hidup memang misteri, yang hanya akan terjawab saat kita telah meninggalkan dunia ini.
Begitu engkau tiba di rumah, sakit kepala tak tertahankan menyerangmu. Engkau terlihat seperti orang kesurupan sambil memegangi kepalamu, pertanda rasa sakit tak tertahankan. Kami melarikanmu kembali ke rumah sakit dan menurut dokter engkau telah menderita penyakit Radang Otak. Sebuah penyakit yang baru kami ketahui saat itu.
Aku terhenyak, kami kaget. Engkau telah menderita penyakit tersebut sekian lama tapi tak pernah sekalipun kami dengar engkau mengeluh. Engkau tak pernah terlihat sakit di depan kami. Begitu tegar dan hebatnya engkau Bundaku menghadapi semua.
Masih terbayang semua kejadian di 31 Desember 1990 itu, engkau terbaring. Tergolek lemah tiada daya disaat semua orang bersuka cita menyambut pergantian tahun. Terbaring lemah antara hidup dan mati akibat suntikan penenang karena engkau akan mengerang kesakitan jika siuman akibat penyakit tersebut. Disaat riuh bunyi terompet tahun baru dan petasan serta kembang api menghias malam pergantian tahun, kami terdiam bisu didepanmu. Disaat semua orang larut dalam suka cita, kami semua berduka melihatmu terbaring lemah.
Sejak saat itu kuhilangkan semua hasrat, kumatikan semua keinginan buat merayakan malam pergantian tahun. Takkan ada lagi yang demikian hingga diakhir hidupku kelak.
Hari ini, tepat 21 tahun lalu......
Tenanglah engkau di Surga, Ibundaku.....
Kami anak2mu selalu mendoakanmu.....
Kami semua sudah menunaikan segala pinta dan cita-citamu dan akan selalu menyempurnakannya sesempurna keinginanmu dan harapanmu kepada kami.
Maafkan kami karena belum sempat memberi apapun kepada engkau Bundaku.
hanya doa dan doa terpanjatkan buat engkau.....
I Love U Mom......
Kuberi nama anakku Siti Khaira Amaliah sebagai penghormatan dan baktiku kepadamu
dan agar selalu kusebut namamu disetiap hariku,
Ibundaku Siti Hajera....