Hal Berkesan dan lucu dari anak2ku.....

Ini adalah kumpulan video ataupun gambar dari kejadian lucu dan berkesan tentang anak2ku.
Akan kuperbaharui setiap ada yg lucu dan berkesan. Ini saat anakku Aira ultah ke 5     Klik Disini

Sepenggal kisah tentang Orang Tua Kita....

Konon di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan.
Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.
Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.
Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya.
Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.
Sesampai di dalam hutang yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatanini terhadap ibunya.
Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata
"Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah..."
Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah.
Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.
Orang tua bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. karena pada saat engkau Sukses atau saat engkau dalam keadaan Susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah.
Orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua... Namun Bapak dan Ibu kita tetap mengasihi kita.

Mulai sekarang mari kita lebih mengasihi orang tua kita selagi mereka masih hidup.

EI Semarang

Catatan tentang Harapan

Janganlah pernah berhenti berharap selama hayat masih dikandung badan.....

Harapan adalah sebuah kata yang bermakna sangat positif karena bisa membuat jiwa mempunyai semangat hidup yang sangat tinggi.




udah dulu ntar gw lanjutin.........

Renungan 12 Januari 1991


Hari itu 12 Januari 1991, 
Engkau kembali ke haribaan Yang Maha Pencipta. Tidur panjang mulai engkau jalani, setelah 12 hari sebelumnya "mulai ngantuk" karena tak pernah siuman lagi. 12 hari sebelumnya, tepat tanggal 31 Desember 1990 siang, saat engkau terjungkal  saat menuju ke Rumah Sakit untuk check up sakit kepala yg mendera. Engkau masih terlihat bugar dan masih tersenyum saat meninggalkan rumah, namun semua sirna saat engkau kembali.
Hidup memang misteri, yang hanya akan terjawab saat kita telah meninggalkan dunia ini.
Begitu engkau tiba di rumah, sakit kepala tak tertahankan menyerangmu. Engkau terlihat seperti orang kesurupan sambil memegangi kepalamu, pertanda rasa sakit tak tertahankan. Kami melarikanmu kembali ke rumah sakit dan menurut dokter engkau telah menderita penyakit Radang Otak. Sebuah penyakit yang baru kami ketahui saat itu.
Aku terhenyak, kami kaget. Engkau telah menderita penyakit tersebut sekian lama tapi tak pernah sekalipun kami dengar engkau mengeluh. Engkau tak pernah terlihat sakit di depan kami. Begitu tegar dan hebatnya engkau Bundaku menghadapi semua.
Masih terbayang semua kejadian di 31 Desember 1990 itu, engkau terbaring. Tergolek lemah tiada daya disaat semua orang bersuka cita menyambut pergantian tahun. Terbaring lemah antara hidup dan mati akibat suntikan penenang karena engkau akan mengerang kesakitan jika siuman akibat penyakit tersebut. Disaat riuh bunyi terompet tahun baru dan petasan serta kembang api menghias malam pergantian tahun, kami terdiam bisu didepanmu. Disaat semua orang larut dalam suka cita, kami semua berduka melihatmu terbaring lemah.
Sejak saat itu kuhilangkan semua hasrat, kumatikan semua keinginan buat merayakan malam pergantian tahun. Takkan ada lagi yang demikian hingga diakhir hidupku kelak.
Hari ini, tepat 21 tahun lalu......
Tenanglah engkau di Surga, Ibundaku.....
Kami anak2mu selalu mendoakanmu.....
Kami semua sudah menunaikan segala pinta dan cita-citamu dan akan selalu menyempurnakannya sesempurna keinginanmu dan harapanmu kepada kami.
Maafkan kami karena belum sempat memberi apapun kepada engkau Bundaku.
hanya doa dan doa terpanjatkan buat engkau.....
I Love U Mom......
Kuberi nama anakku Siti Khaira Amaliah sebagai penghormatan dan baktiku kepadamu
dan agar selalu kusebut namamu disetiap hariku,
Ibundaku Siti Hajera....

Catatan tentang Sahabat .....

Ini cerita tentang sahabatku, sebuah kisah pencarian makna KEHIDUPAN.
untuk lebih memaknai kisah ini, kugambarkan sedikit latarbelakang keluarganya.
Saat itu akhir Maret 2006, sahabatku telah menikah kurang lebih 2 tahun dengan seorang wanita cantik yang memiliki pribadi yang sangat santun   dan sedang mengandung 1 bulan anak pertama mereka . Sahabatku bekerja di sebuah kantor konsultan manajemen dan pajak dan tentunya banyak berkenalan dengan pengusaha-pengusaha mulai kelas teri sampai kelas kakap. Penghasilannya saat itu sekitar Rp. 5 jutaan sampai 6 jutaan sebulan, dengan perincian Rp. 2 jutaan gaji dari kantor selebihnya adalah penghasilan sampingan sebagai "konsultan gelap" karena tanpa sepengetahuan kantor atau boleh dikatakan sembunyi-sembunyi.
Mengapa sembunyi-sembunyi????? Begini, aturan kantor melarang karyawannya menggeluti pekerjaan diluar kantor yang sama dengan bidang usaha kantor. Namun karena adanya penawaran maka hal tersebut sulit dihindari. Bukan hal aneh jika seorang pengusaha mempunyai banyak perusahaan ataupun jenis usaha, jadi jika mereka telah mempercayakan satu perusahaan untuk dimanajemen oleh kantornya maka mereka bergantung pada karyawan tersebut. Setiap karyawan dipercayakan mengelola 5 sampai 10 perusahaan selama mereka bekerja disana, jadi secara pribadi mereka dekat dengan pengusaha tersebut. Dan dari kedekatan itulah sebuah simbiosis mutualisme terjalin.
Simbiosis ini terjalin harmonis karena saling menguntunkan. Disatu sisi pengusaha mengeluarkan biaya konsultan lebih kecil dibandingkan jika semua perusahaan mereka dijadikan klien kantor.Mereka membayar para karyawan kantor konsultan tersebut hanya 50% dari fee yang seharusnya. Disisi lain para karyawan tersebut memperoleh tambahan penghasilan yang cukup besar.Itulah yang terjadi sekian tahun hingga PERUBAHAN besar terjadi pada sahabatku itu. Apakah perubahan itu?????
Semua berawal dari renungan sahabatku, selalu terbersit tanya dalam hatinya tentang penghasilan yang diperolehnya selama ini, apakah itu HALAL atau HARAM???. 
Sudah banyak orang yang dijadikan tempat bertanyanamun hampir semuanya menjawab bahwa itu HALAL karena hasil keringat sendiri, namun jawaban-jawaban tersebut tetap tidak memuaskan hati dan tetap meninggalkan rasa bimbang karena TANYA tersebut selalu ada di hati dan pikirannya. Terlebih disuatu Shubuh usai shalat, sahabatku menonton ceramah di TV tentang ANAK. Sang Uztad menjawab pertanyaan dari audiensnya, begini pertanyaannya "Pak Uztad, mengapa banyak anak-anak dari keluarga kaya, keluarga pejabat dan terpandang menjadi nakal dan berperilaku tidak baik dibanding dari anak-anak keluarga sederhana?". Pak uztad menjawab sambil mengutip ayat Alqur'an yang kurang lebih sebagai berikut "janganlah pernah memberi makan keluargamu dari sumber-sumber yang tidak HALAL" dan dilanjutkan dengan penjelasan bahwa untuk menjadikan keluarga dan khususnya anak-anak kita menjadi orang baik dan bermanfaat maka jangan pernah memberi makan kepada mereka dari sumber-sumber yang tidak jelas halal atau haram, karena akan menjadi darah dan daging ditubuhnya yang cenderung membuat mereka jadi NAKAL.
Penjelasan ini makin membuat sahabatku gundah, hingga membuatnya mengadu menanyakan langsung kepada Sang Khalik. Disuatu malam saat tahajud dengan berurai air mata, sahabatku memanjatkan doa dan tanya kepadaNYA, Yaa Allah, jika selama ini penghasilan yang kuterima dari tempatku bekerja ENGKAU katakan HALAL maka jadikanlah kantorku itu sebagai tempatku mencari rezeki hingga akhir hayatku tapi jika ENGKAU katakan bahwa itu HARAM maka tunjukkanlah kepadaku TEMPAT KERJA buat mencari rezekiMU yang HALAL.
Selanjutnya hari berjalan seperti biasanya hingga disuatu pagi di bulan April 2006, lewat rutinitas, sahabatku membaca koran. Terpampang sebuah lowongan kerja sebuah bank yang baru akan buka di kota tersebut. Seluruh kriteria yang diinginkan bank tersebut dimiliki oleh sahabatku. Maka diguntinglah iklan tersebut dan bersama seorang rekan kerjanya mengirimkan CV ke alamat kantor wilayah bank tersebut di Makassar, dengan menitipkannya pada rekannya buat mengeposkannya.
Dua minggu kemudian tibalah panggilan test untuk sahabatku dan rekan kerjanya di kota mereka, dan singkat cerita sahabatku lolos test dan dinyatakan diterima di bank tersebut.Namun jumlah SALARY yang ditawarkan hanya Rp. 2.000.000,- jauh banget perbedaannya dibanding penghasilannya saat itu. Maka disampaikanlah hal tersebut kepada sang istri sebelum menandatangani offering letter dan sang istri menyerahkan semuanya kepada sahabatku ini buat mengambil keputusan, baginya berapapun yang diberikan oleh suaminya itulah rezeki terbaik buat keluarganya. Sang sahabat lalu meyakini bahwa inilah JAWABAN atas doa dan pertanyaannya kepada SANG KHALIK, dan tanpa ragu sedikitpun serta dengan ucapan Bismillahirahmanirahim ditandatanganilah OL tersebut.
Namun cobaan tidak langsung selesai saat itu, masalahnya kantor tempat bekerjanya selama ini tidak bersedia menerima pengunduran diri sahabatku ini, hal ini selain disebabkan karena sahabatku merupakan karyawan teladan juga karena semua jenis perusahaan yang ditanganinya tidak dikuasai oleh rekan kantor yang lain, juga diperlukan waktu buat menjelaskan semua segala seluk beluk mengenai perusahaan2 tersebut sementara bank tersebut mengharuskan untuk melakukan TRAINING di awal bulan Mei 2006 di kota tempat kanwil bank tersebut berada.
Singkat cerita, dengan tanpa pesangon dan Surat Referensi maka diterimalah pengunduran diri sahabatku dan bekerjalah di bank tersebut dengan perjanjian bahwa akan bersedia menerima telpon dari rekan kerja jika ada hal yang perlu dijelaskan mengenai perusahaan yang pernah ditanganinya.
Saat ini sudah 6 tahun lamanya sahabatku bekerja di bank tersebut, dengan jabatan yang cukup tinggi dan salary kurang lebih sama dengan penghasilan saat di kantor konsultan dulu. Mereka hidup dalam kesederhanaan namun terlihat sangat menikmati hidup mereka, rukun dan selalu bahagia. 6 tahun lamanya sahabatku bersama istri dan sepasang anaknya meniti hari, memulai segalanya dari NOL lagi dalam kesederhanaan. Namun bagi mereka 6 tahun itu adalah TAHUN TAHUN PERUBAHAN dalam cara berpikir dan cara pandang terhadap hidup, yang membuat mereka makin YAKIN bahwa TUHAN telah mengatur semuanya dengan sebaik-baiknya, bahwa HIDUP itu SEDERHANA bukan diukur dari banyaknya UANG yang dimiliki, bukan berdasarkan HITUNGAN MATEMATIKA tapi lebih kepada CARA MENSYUKURI segala rezeki yang diberikan kepada mahklukNYA. 
HIDUP ITU SEDERHANA, CUKUP DENGAN MENSYUKURI SEGALA REZEKI YANG TELAH DIBERIKAN OLEH ALLAH SWT DAN SEDIKIT MENGEKANG KEINGINAN.